________

Senin, 23 Agustus 2010

Terbentuknya Avenged Sevenfold Avenged Sevenfold

Terbentuknya Avenged Sevenfold

Avenged Sevenfold terbentuk pada tahun 1999 di Orange County, California. Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu “To End The Rapture” juga direkam ulang, kali ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates.

City of Evil (2005-2007)

Tahun 2005, Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Countrymetal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country. merupakan lagu

Avenged Sevenfold (2007-saat ini)

Tahun 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album ke-5 mereka. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka.
Tahun 2008 ini, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka.
Tanggal 22 Oktober 2008, Avenged Sevenfold akan kembali manggung di Indonesia masih dengan event organizer yang sama yakni Java Musikindo dan kali ini band heavy metal Jibril didaulat menjadi band pembuka.

Discography

Anggota saat ini

Ciri khas

Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day dan Dear God, gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End. Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya.

Mantan Anggota

  • Justin Sane – Bass
  • Dameon Ash – Bass
  • Matt Wendt – Bass

Penggebuk Drum Avenged Sevenfold Meninggal Muda

Penggebuk Drum Avenged Sevenfold Meninggal Muda
CALIFORNIA, KOMPAS.com Kabar duka menghampiri grup band Avenged Sevenfold setelah penggebuk drumnya, James Owen Sullivan a.k.a "The Rev", meninggal dunia di usia 28 tahun pada Senin (28/12/2009) waktu setempat.



John Domingo, petugas kepolisian Huntington Beach mengatakan, The Rev meninggal di kediamannya di kawasan California selatan.

Sejauh ini, polisi belum menemukan hal-hal yang tak wajar atas penyebab kematiannya. Meski demikian, pihak terkait masih meneliti penyebab kematian The Rev secara pasti.

Kepergiannya yang tiba-tiba jelas membuat sejumlah rekan dan penggemar terkejut. Pihak manajemen grup band Avenged Sevenfold mengumumkan kabar tersebut melalui situs mereka. "Ini kabar yang sangat menyedihkan dan berat untuk disampaikan bahwa hari ini Jimmy "The Rev" Sullivan telah tiada," tulis manajemen Avenged Sevenfold dalam pernyataan resminya.

"Jimmy tak hanya merupakan salah satu penggebuk drum terbaik di dunia. Lebih dari itu, dia adalah sahabat dan saudara terbaik," tulisnya lagi.

Semasa kariernya bersama Avenged Sevenfold, "The Rev" pernah memberi kontribusi dalam penggarapan single "A Little Piece of Heaven." Selain menjadi pemain drum, ia juga penyanyi latar di grup bentukan tahun 1999 itu. Bahkan, pria yang dikenal badung selama remaja itu sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Lahir pada tanggal 9 Februari 1981 sebagai anak tunggal, dia terkenal sebagai bocah nakal sehingga sering dikeluarkan dari sekolah. Kelakuannya saat remaja makin tak terkendali. The Rev sudah tujuh kali masuk penjara karena doyan berkelahi dan doyan mabuk-mabukan.

Namanya kemudian makin dikenal ketika ia bergabung dengan Avenged Sevenfold dan berhasil menuai sukses. Pada ajang MTV Video Music Awards 2006, grup ini berhasil meraih penghargaan untuk Best New Artist.

Di Tanah Air, grup ini punya banyak penggemar. Buktinya, sudah dua kali mereka manggung di Jakarta. Pada Oktober tahun lalu, Avenged Sevenfold tampil di Jakarta. The Rev turut serta dalam konser yang dihajat promotor Java Musikindo itu.

Senin, 21 Juni 2010

Cheat GTA-san, Drive ON water

selama ini anda mencari2 kan ini dia akan saya tampilkaN

UNDITMYH

Minggu, 20 Juni 2010

MEmbuat Animasi di Photoshop CS_3

 broow,,,,gwa punya ilmu ni untuk di bagi2


Photoshop adalah sebuah varian dari produsen Adobe, sebuah aplikasi untuk membuat dan menyunting gambar atau foto (imaging). Kali ini kita akan mencoba untuk membuat sebuah animasi sederhana dengan menggunakan photoshop Cs. 3. Kenapa harus photoshop Cs.3 apakah tidak ada yang lain kan banyak varian yang dikeluarkan photoshop?

Sebenarnya memang benar varian dari photosop bukan hanya Cs. 3 saja bahkan sekarang sudah ada photoshop Cs. 4 dan Lightroomnya. Akan tetapi jika dibandingkan dengan seri yang lain Cs.3 lebih fleksibel dan mudah digunakan (Subjektif banget). Yasudahlah pokoknya mau pake Cs.3 atau Cs.4 terserah deh karena kedua seri ini sudah tersedia fitur untuk pembuatan animasinya. Sedangkan untuk versi dibawahnya masih menggunakan image ready.

Langkah awal adalah menyiapkan sebuah halaman kerja baru. Dengan menekan ctrl + N kemudian kita sesuaikan ukurannya, ukuran yang terserah deh mau yang mana. Atau kita juga bisa gunakan sebuah foto atau image yang sudah jadi.

Langkah kedua adalah menduplikat layer tersebut dan sedikit kita berikan sentuhan, dengan merubah ukuran, posisi dan warnanya. Ada banyak cara untuk melakukan duplikat layer. Pertama kita gunakan cursor untuk memilih dan mendrag gambar pada kolom layer ke sebuah icon dibawah kolom layer yang berbentuk dua buah kubus yang besar dan kecil, tepatnya posisi icon tersebut ada di samping icon trash atau tong sampah di bagian pojok kanan halaman photoshop (lengkap banget dah kaya ngasih tau alamat rumah) Intinya agar antara gambar pertama dan kedua itu tidak sama.

Langkah yang ketiga adalah mulai mensetting gambar tadi menjadi sebuah animasi caranya tekan window -> Animation.

Setelah selesai maka akan muncul sebuah jendela baru di pojok bawah area kerja photoshop. Akan muncul sebuah layer dengan keterangan waktu di bawahnya (0.00 Sekon).

Sebenarnya masih belum selesai karena gambar baru satu saja yang tersedia untuk itu agar gambar terlihat bergerak kita harus menambahkan lagi lebih banyak gambar tentunya dengan ditambahkan sentuhan tadi.

Untuk menghemat waktu kita tidak harus membuat puluhan atau ratusan layer dengan sentuhan yang berbeda. Kita cukup menekan tombol dibawanya untuk menggandakan layer sampai pada posisi sentuhan yang terakhir.

Akan muncul dialog berapa banyak layer yang akan dimunculkan untuk samapai pada sentuhan tadi. Tinggal kita isi saja sesuai dengan kemauan kita. Kalau kita ingin gambar itu bergerak dengan cepat maka kurangi saja angkanya, tapi jika kita menginginkan lebih luwes dan bergerak perlahan berarti kita harus menambahkan angkanya agar gambar lebih terlihat menarik jika bergerak dengan lemah gemulai.

Selamat mencoba


semoga berhasil 





Minggu, 13 Juni 2010

jika FeRnz MaO liAt _fb SayA_ siLaHkaN CliK dI siNi facebook.com/noval.oryza

Kamis, 10 Juni 2010

hahahahahha....................... nie lah GRAYNIVITY yg SOk COOL

Rabu, 09 Juni 2010

ciptaka _fb_ versi Muslim

anda bisa melihatnya di sini http://www.millatfacebook.com/ -Millat FB-

Bio ZIVILIANS

Zivilia Band memulai kiprah di dunia musik pada tanggal 8 Agustus 2008 di kota Kendari. Awalnya band ini dikenal dengan nama Zifhilia Band, kemudian setelah sampai di jakarta dan bergabung dengan label mayor NAGASWARA berubah menjadi ZIVILIA. Personel Band Ini awalnya terdiri dari 4 personil ( Zulkifli alias Zul Vocal), (Idham - Bass) Amed (Guitar) dan Amy (Drum), dan sekarang mereka tinggal berdua yaitu ; ZUL (Zulkifli), IDHAM (Idham Akbar) dan OBOT (drummer MangLo Band) sebagai additional player..

Berawal dari tidak ada menjadi ada…

Berawal dari kejemuan menjadi kreatifitas…

Berawal dari kata menjadi lirik…

Berawal dari bait puisi menjadi nada terapresiasi…

Zivilia… beranjak dari dasar apresiasi tercipta, mengalunkan lagu beraliran Slow Rock Alternative, berdiri sejak Tanggal 8 Agustus 2008 di Kota Kendari tercinta, mulai menjajaki blantika musik Indonesia dengan terlebih dahulu merilis Lagu Aishiteru dan Karena Cinta…

Dengan Leadership oleh Zulkifli (Zul), sebenarnya berdirinya Zivilia Band ini terjadi dengan tidak sengaja, sepulang dari Negeri Matahari Terbit Jepang. Zul sudah mencipta beberapa lagu-lagu berjender aliran Jepang. tidak kurang dari 20 lagu tercipta, dengan beberapa kali menampilkannya disana (Jepang).

Nama Zivilia juga dicetuskan oleh Sang Leader yakni terdiri dari dua gabungan kata “Zif” dan “Fhilia/Philia”… masing-masing memiliki makna tersendiri dalam benak sang Leader… “Zi" singkatan dari ZUL dan IDHAM, Sedangkan “vilia” bermakna ; Cinta/Kasih Sayang.

Senin, 07 Juni 2010

ZIVILIA band dari kendari

Zivilia

Zivilia launching album dengan hit single "Aishiteru" di bilangan Thamrin - Sudirman Jakarta Kamis, 04 Maret 2010.

Tidak banyak band yang nekat tampil dengan hanya berformasikan dua personil layaknya Zivilia. Band asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini hanya beranggotakan Zulkifli atau Zhul sebagai vokalis sekaligus sintesiser piano, dan Idham Akbar sebagai pencabik bas. Untuk melengkapi lagu-lagu yang diciptakannya, selanjutnya Zhul hanya membutuhkan seorang auditional player di kursi drumer. Sebagai perkenalalan kepada publik Indonesia, Zivilia langsung menawarkan single perdananya yang berjudul “Aishiteru”. Tak berbeda dengan judul singlenya yang diambil dari bahasa Jepang, “Aishiteru” yang berarti “Aku Cinta Kamu”, sangat kental dengan nuansa musikalitas Negeri Matahari Terbit itu.

“Aku memang sengaja menggabungkan aliran musik Indonesia dan Jepang dalam album perdana Zivilia ini. Bukan karena budaya Jepang sedang jadi tren di Indonesia, tapi karena aku lama tinggal di sana. Yah, genre musik kami bisa disebut J-Pop,” ungkap Zhul yang pernah menetap di Jepang selama lima tahun.

Meski baru terbentuk setahun lalu, Zhul, pentolan Zivilia sudah memiliki pengalaman panjang di jalur musik. Selama bekerja di kota Nagoya, Jepang, pemuda kelahiran Kendari, 19 Agustus 1981 itu sudah terbiasa ngeband dengan rekan-rekannya yang asli Jepang. Lagu “Aishiteru” yang diciptakan di Jepang itu, bahkan pernah dinyanyikan bersama bandnya saat Peterpan dan Naff tampil di Tokyo, Jepang. musikji.net

“Band kita tampil sebagai band pembuka dua band itu. Kita juga terbiasa tampil di Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo,” ujar Zhul yang sempat mendalami piano selama berada di Jepang.

Setelah kembali ke Indonesia dan membentuk Zivilia, awal tahun 2010 ini, Zhul dan rekannya Akbar langsung dilirik Big Indie Nagaswara. Bagi mereka, kesempatan untuk masuk dapur rekaman dan menjadi bagian industri musik Indonesia adalah hal yang membanggakan. (nagaswara)

Pee Wee Gaskins Band Indie Terlaris



Melalui mini album bertitle Stories From Our High School Years, Pee Wee Gaskins yang beranggotakan Dochi (Vokal / Gitar), Sansan (Vokal / Gitar), Eye (Bass), Omo ( keyboard / Syntesizer), dan Aldy (Drum) berhasil menjadi band Indie yang membuat cewek – cewek menjadi histeris .

Pee Wee Gaskins, berawal dari proyek solo Dochi. Ia merekam sendiri beberapa lagu yang ia buat dalam format akustik, kemudian ia memiliki pemikiran untuk membawakan lagu - lagu tersebut di dalam sebuah band. Dipilihlah lagu yang berjudul Here Up On The Attic untuk direkam dengan format band, dan semua instrumennya dia mainkan sendiri.

“Akhirnya gue cari teman -teman yang mau bantu dan gabung sama gue. Setelah dapet personilnya, kami namain band ini Pee Wee Gaskins,” kenang Dochi. Nama ini diambil dari seorang pembunuh yang memiliki reputasi di atas rata - rata yaitu Donald Gaskins, karena ia bertubuh kecil maka sering di panggil “Pee Wee” . “Maka kita ambil filosofinya, kecil – kecil bisa membunuh banyak orang . “ kata Dochi .

Nggak butuh waktu lama buat mereka untuk mengumpulkan massa dan fanbase yang kemudian menyebut dirinya sebagai Party Dorks. Party Dorks Pee Wee termasuk penggemar yang loyal. Bahkan mereka sampai punya ketua sendiri yang mengurus dan menjadi penyambung info dari band untuk para anggotanya. Sesungguhnya, panggilan ini berasal dari usulan para fans , pernah juga ada usul fanbasenya bernama Peskiners dan Dorkzilla . Namun untuk mengenang masa culunnya Sma maka dipilih Party Dorks gitu.

Album mereka terjual hingga 2000 keping dan tawaran untuk manggung pun berdatangan. Bukan hanya di Jakarta – Bandung saja, tapi sampai ke Makassar dan kota – kota besar lainnya .

“Udah hampir setahun belakangan kami selalu manggung tiap minggu,” kata Omo.

Bulan lalu, Dochi, Sansan, Omo, Aldy, dan Eye merilis masa album kedua mereka yang dikasih judul The Sophomore. Singel pertama dari album ini adalah Welcoming The Sophomore, bercerita tentang Eye, anggota baru band ini. “Kira-kira lagunya bercerita tentang sambutan Pee Wee buat Eye,” Ucap Dochi.

Album yang dirilis tanggal 6 Januari di GOR Bulungan ini berisi 11 lagu baru, dan dua lagu dari album Stories From Our High School Years yaitu Tatiana dan Berdiri Terinjak . “Untuk album ini kami mengerjakannya cukup serius. Ada sesi workshop untuk ngumpulin materi,” giliran Sansan angkat bicara.